Kampung Tanjak Pesona Wisata Baru Pontianak

UMKM Kalbar

Kampung Wisata di kawasan Pontianak Timur ini merupakan icon wisata rintisan yang menyuguhkan kegiatan produktif warga kota berupa kerajinan Tanjak khas Melayu Pontianak. Adalah Bapak Suherman yang akrab biasa di sapa Pak Herman, yang menggagas keberadaan Kampung Tanjak ini. Karena kreatifitas dan keuletannya dalam membuat Tanjak inilah kemudian beliau berinisiatif menularkan keterampilan pembuatan tanjak kepada masyarakat yang ada dilingkungannya.

UMKM Kalbar
Foto : Tempat Usaha UMKM Budaye Tanjak

Kreasi Tanjak milik Pak Herman kemudian di beri nama “Budaye Tanjak” yang juga dijadikan “brand” dari usaha yang digelutinya ini. Pak Herman kemudian turut memberdayakan warga di kampungnya untuk memproduksi tanjak untuk membantu memenuhi kebutuhan pesanan pelanggannya. Dari sinilah kemudian Pak Herman ingin menjadikan kegiatan pembuatan tanjak di kampungnya ini menjadi sentra penghasil tanjak khas melayu Pontianak.

UMKM Kalbar
Foto : Pendampingan Dinas ATR-BPN Kota Pontianak

Dengan dukungan Lurah beserta perangkat-perangkatnya kemudian bermusyawarah dan menetapkan kampung tersebut sebagai Kampung Wisata Tanjak. Keputusan ini kemudian dituangkan secara resmi dalam Surat Keputusan Lurah Siantan Hulu No 9 Tahun 2021 tentang Pembentukan Kampung Tanjak Kelurahan Siantan Hulu Kecamatan Pontianak Utara. Berbekal legalitas inilah Pak Herman beserta warga terus berbenah untuk mewujudkan Kampung Wisata Tanjak.

UMKM Kalbar
Foto : Pengelola Kampung Tanjak

Dukungan juga terus mengalir dari berbagai instansi Pemerintah maupun swasta, Walikota Pontianak Bapak Edi Rusdi Kamtono bersama Ibu Yeni yang juga ketua Dekranasda Kota Pontianak menyambut baik gagasan dibentuknya Kampung Tanjak di Siantan Hulu. Hal ini menunjukkan bahwa warga kota sangat antusias melestarikan khasanah budaya asli daerah yang memiliki nilai jual yang tinggi. Ibu Yeni sapaan akrab beliau juga menyampaikan dukungannya untuk mempromosikan keberadaan Kampung Tanjak kepada setiap tamu yang akan berkunjung ke Kota Pontianak.

 

UMKM Kalbar
Foto : Bapak Suherman bersama Ibu Yeni Kamtono (Ketua Dekranasda Kota Pontianak)

Disamping itu Dinas Terkait seperti ATR/BPN Kota Pontianak, DKUMP Kota Pontianak dan Disporapar Kota Pontianak juga memberikan dukungan serius agar keberadaan kampung ini perhatian dari semua pihak. Tujuannya adalah tentu saja memperkenalkan icon wisata budaya asli kota Pontianak sekaligus mendongkrak perekonomian warga sekitarnya.

Pak Herman menaruh harapan besar Kampung Tanjak dapat ditunjang dengan sarana dan prasarana yang memadai, seperti peralatan dan perlengakapan jahit yang modern dan gerai pajang yang unik dan mampu memajang aneka kreasi warga masyarakat disana. Wajah kampung ini juga perlu di tata sedimikian rupa sehingga memberikan kesan eksotisme wisata budaya khas Pontianak, termasuk ketersediaan lahan parkir kendaraan roda empat serta kualitas jalan gang yang layak untuk menerima kunjungan wisatawan dan tamu yang berkunjung.

UMKM Kalbar
Foto : Usai Memberikan Pelatihan Pembuatan Tanjak Melayu

Edi Suprianto selaku Founder Borneo Istimewa yang turut mendampingi kegiatan usaha Budaye Tanjak ini juga memberikan saran agar gerbang kampung dapat dibangun senada dengan tujuan di bentuknya kampung tanjak sehingga daerah ini benar-benar menjadi icon wisata khas kota Pontianak nantinya. Ia bersama para relawan TIK Kota Pontianak berencana membantu generasi muda di daerah ini untuk dapat memanfaatkan kemajuan teknologi digital dalam upaya memperkenalkan dan mempromosikan Kampung Tanjak ke mata dunia.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

×

Powered by WhatsApp Chat

× Bisa Kami Bantu?