KAPAN WAKTU YANG TEPAT MENAMBAH MODAL USAHA

Modal adalah tantangan utama setiap pelaku usaha untuk menjawab tantangan kemajuan usahanya kedepan. Namun tantangan ini bukan tanpa masalah jika ternyata selama jalannya usaha ternyata penjualan tidak kunjung menunjukkan pertumbuhan berarti atau bahkan tidak laku di pasaran. Ada juga pelaku usaha yang mengeluh selama ini penjualan produknya luar biasa laris namun tidak memberikan keuntungan yang memadai bagi pengembangan usahanya kedepan. Beberapa alasan dapat menjadi kendala penambahan modal usaha di waktu mendatang dan berikut identifikasi permasalahan yang kerap kali muncul di kalangan wirausaha :

  1. Gagal membuat produk atau jasa laku di pasaran.
  2. Kurang disiplin mengelola keuangan usaha.
  3. Buruknya perencanaan usaha.
  4. Salah menginvestasikan hasil usaha.
  5. SDM tidak kompeten.

Kelima hal ini yang Borneo Istimewa rangkum dari interaksi dengan para pelaku usaha yang disampaikan dalam banyak forum diskusi, pelatihan, workshop maupun konsultasi yang bersifat langsung. Dari berbagai masalah tersebut diatas Borneo Istimewa menawarkan beberapa saran solusi bagi para pelaku usaha untuk mendapatkan tambahan permodalan untuk mengembangkan usaha yang dijalankan di waktu mendatang.

 

  1. Sebelum membuat rencana penambahan modal maka buatlah perencanaan usaha yang akan dikembangkan di waktu mendatang. Hal ini merupakan aspek vital sebelum anda menambah modal usaha di tahun depan mengingat tanpa perencanaan yang matang, besar kemungkinan berapapun modal yang anda tambahkan ke dalam usaha anda akan mengalami kegagalan. Buatlah perencanaan berdasarkan analisa data yang lebih akurat terkait permintaan pasar dan trend penjualan yang terjadi di tahun sebelumnya. Jika anda mengalami kebingungan akan hal ini ada baiknya anda menggunakan jasa konsultan yang telah terpercaya.
  2. Hitunglah dengan seksama kebutuhan tambahan modal usaha berdasarkan prioritas dari yang paling penting hingga ke kebutuhan usaha yang bersifat bisa ditunda di waktu lainnya. Cara ini akan membuat anda melihat cara mengalokasikan tambahan modal ke usaha anda, sehingga resiko kesalahan mengalokasikan tambahan modal tidak akan berdampak kepada beban usaha yang terlalu besar.
  3. Prinsip Cost To Benefit atau anda harus mampu membuat sebuah perhitungan bagaimana setiap pertambahan modal usaha akan memberikan dampak (manfaat) positif secara langsung kepada usaha anda. Baik itu berupa peningkatan penjualan, penurunan biaya, dan pertumbuhan keuntungan atau pertambahan aset.
  4. Tentutan pilihan cara penambahan modal dari yang paling murah, misalnya dari penyisihan keuntungan tahunan dari hasil usaha, saham, investor, atau mengajukan pinjaman kepada lembaga keuangan. Setiap pilihan tentu punya “cost” atau beban biaya yang harus di bayar, sehingga anda harus mengukur kemampuan usaha atau beban yang akan diterima atas pilihan cara penambahan modal usaha tersebut.
  5. Persiapkan skill atau pengetahuan yang memadai untuk anda pemilik usaha atau karyawan (ti) yang anda percaya untuk mengelola keuangan perusahaan anda. Anda harus mengalokasikan waktu dan dana yang cukup untuk keterampilan maupun kemampuan pengelolaan keuangan usaha berupa pelatihan, workshop atau training baik bagi anda sendiri selaku pemilik bisnis maupun karyawan (ti) yang anda percaya.
  6. Persiapkan sistem pengawasan keuangan yang simple, real time dan terukur dari waktu ke waktu agar anda sebagai pemilik bisnis akan mudah mengambil keputusan usaha atas pengelolaan keuangan usaha anda. Misalnya dengan pemanfaatan aplikasi keuangan digital yang profesional dan kredibel.

 

Demikian sekelumit saran atas solusi dari kapan waktu yang tepat untuk menambah modal usaha anda. Semoga tutup tahun 2019 usaha anda mampu membukukan keuntungan usaha secara optimal bagi pengembangan usaha anda dan berbagai perencanaan bisnis di tahun 2020 mendatang dapat anda persiapkan dengan gemilang.

 

Salam BORNEO ISTIMEWA

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *