MUARE ULLAKAN SAMBAS

Komunitas UMKM Kalbar

Siapa yang tak kenal dengan tenun sambas salah satu warisan budaya dunia yang telah di akui oleh UNESCO (United Nations Educational, Scientific and Cultural Organization) sebagai Excellence for Handicrafts sejak tahun 2012 silam. Sejak lebih dari 300 tahun silam kain tenun sambas telah di buat oleh para pengerajin di Sambas menggunakan alat tenun tradisional bahkan memerlukan waktu sebulan lamanya. Corak tenun yang istimewa menjadikan kain tenun sambas menjadi produk kriya bernilai jual tinggi. Di sambas sendiri kain tenun sambas menjadi semacam suatu keharusan tiap orang untuk memilikinya, entah sebagai hiasan di rumah, saat seremonial adat bahkan sebagai barang antaran pernikahan masyarakat Sambas.

Kriya
Foto : Miniatur Alat Tenun Tradisional Kain Songket Sambas

Adalah Bio Rezki Sugandi atau biasa di sapa bang Bio yang juga anggota komunitas UMKM Borneo Istimewa ini yang kemudian sejak tahun 2015 mendirikan ussaha di bidang kriya bersama saudaranya Taufik (tao) dengan brand “MUARE ULLAKAN“. Awalnya usaha mereka hanya menjualkan produk-produk kriya para perajin tenun kain sambas. Bermodal sebuah etalase di depan rumahnya kemudian mereka mulai memajang koleksi kriya asli sambas sambil berjualan pulsa HP. Hingga kemudian dari keuntungan berjualannya sedikit demi sedikit koleksi pajangannya bertambah dan mereka mulai membuat sendiri berbagai kerajinan yang di jualnya. Sebelum memulai berwiraswasta, Bio pernah bekerja di sejumlah hotel di Kota Pontianak. Dari pengalaman inilah Bio memiliki bekal berupa ilmu marketing dan pelayanan kepada konsumen. Selain itu dari pengalaman kerjanya Bio memiliki koneksi kesejumlah pelanggan potensial dari berbagai tempat di Indonesia.

 

Kriya
Foto : Galery “Muare Ulakkan” milik bang Bio

Selain kain songket tenu sambas, Muare Ulakkan juga menjual berbagai kreasi lainnya seperti Tanjak Sambas, Kopiah Sambas, Shawl (syal) kainsambas, dan berbagai aksesories berupa miniatur dan model lainnya. Mereka juga memberdayakan sejumlah pemuda sambas yang kreatif untuk membuat produk kerajinan  pesanannya. Melalui langkah ini Mereka ingin generasi muda sambas bangga dan mau melestarikan budaya sambas yang bernillai tinggi. Selama berdirinya produk-produk yang di produksi dan dijual Galery Muare Ulakkan telah menembus pasar internasional seperti Malaysia dan Brunai Darussalam. Sementara pasar dalam negeri sendiri tujuan pasar meliputi Jawa, Sumatera, Kalimantan dan Bali.

Kriya
Foto : Koleksi produk Galery Muare Ullakan

Melihat semakin banyaknya permintaan produk kreasi kain songket sambas dan aksesories khas sambas, mereka berencana akan membuka dua cabang di tahun mendatang. Kota Pontianak dan Mempawah dipilih mereka untuk pengembangan usahanya mengingat permintaan di kedua kota tersebut cukup menjanjikan. Hal ini dapat dilihat dari tengah dikerjakannya pelabuhan internasional di Mempawah dan daerah tujuan pusat bisnis di kota Pontianak. Mereka juga menaruh harapan besar kepada pemerintah kabupaten dan provinsi untuk mau membantu usaha pemasaran dari produk-produk khas daerah utamanya Sambas baik ke tingkat nasional maupun ke tingkat internasional. Selama ini mereka sebagai UMKM di Sambas baru pernah mengikuti pameran produk khas kalbar di Jakarta, sementara masih banyak daerah-daerah tujuan potensial seperti Bali dan Yogyakarta belum pernah ia jajal untuk mempromosikan produk kreasi daerahnya.

Kriya
Foto : Kreasi Baju Adat Sambas produksi Galery Muare Ullakan

Jika anda tertarik untuk mengunjungi, berbelanja dan bekerjasama dengan  Galery MUARE ULLAKAN dapat berkunjung ke tempat usahanya dengan alamat di Jalan Ahmad Marzuki No. 99 Tanjung Bugis Gg. Tanjung – Sambas Kalimantan Barat. Produk-produk Muare Ullakan akan dipajang di webcommerce www.borneoistimewa.com .

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *